Dahsyatnya Kekuatan Do’a

Tatkala tiada seorang pun yang peduli denganmu dan tiada yang dapat membantumu maka yakinkanlah di dalam hatimu bahwa masih ada yang akan mendengarkan rintihan hatimu yakni Dzat yang Maha Melihat dan Maha Mendengar setiap untaian doa-doamu, itulah Dia Allah swt pemilik kehidupan dan pemilik segala sesuatunya. Mohonlah kepada-Nya karena Dia merindukan lantunan, rintihan serta harapan dari setiap permohonanmu.

Advertisements

Manusia adalah makhluk yang memiliki segudang kelemahan dan keterbatasan seperti kesulitan, kesusahan, dan lain sebagainya seperti penyakit yang tak kunjung sembuh, jodoh yang tak kunjung datang, hutang yang tak terlintas, jabatan yang tak kunjung naik, anak keturunan yang tak kunjung lahir serta kesempitan hidup lainnya dsb.

Pada saat peristiwa tersebut terjadi, tak jarang manusia dibuat bingung, linglung, bahkan kehilangan kesabaran dan kontrol diri. Manusia mengalami shok, mentalnya jatuh, jiwanya rentan terhadap berbagai penyakit mental dan spiritual. Itulah diantara kekurangan dan kelemahan manusia. Meskipun demikian, Allah dan Rosul-Nya telah mengajarkan kepada kita bahwa jalan untuk mendapat kekuatan maha dahsyat tersebut adalah do’a. 

Doa adalah jalan pintas tercepat, mudah dan murah bagi manusia untuk menggapai keinginan dan menjauhkan dirinya dari marabahaya. 

Doa adalah senjata bagi orang yang lemah, miskin dan terdzolimi. Ia membuat orang yang lemah menjadi kuat, yang miskin menjadi kaya, yang bodoh menjadi pandai, yang sulit menjadi mudah, yang sempit menjadi lapang, yang terancam menjadi selamat, yang bercita-cita dikabulkan. 

Doa merupakan senjata yang paling ampuh dalam menjalani kehidupan di dunia ini sebagaimana sabda Rasulullah saw:

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ

“Doa adalah senjata orang beriman”

Allah swt kerapkali mengisahkan arti pentingnya doa bagi keselamatan manusia dari segala bencana dan marabahaya sebagai contoh dengan menggambarkan penumpang kapal yang tengah diamuk badai angin yang amat kencang serta gelombang ombak laut yang ganas. Pada saat itu, mereka memutuskan harapan kepada sesama penumpang kapal, kepada manusia yang berada di daratan. Pada saat itu, hanya ada satu-satunya harapan yang tertuju yakni kepada Allah. Maka doa yang tulus disertai kerendahan hati, rasa kefakirannya pun melantun lembut dari bibir dan lisan mereka. Allah yang Maha Pengasih mendengar rintihan dan tangisan mereka, langsung mengabulkan doa mereka. Demikianlah kedahsyatan doa dalam menghindarkan manusia dari malapetaka, malapetaka yang akan menimpa mereka. 

Peranan doa begitu vital bagi kehidupan manusia, terlebih pada saat dirundung berbagai masalah dan kesengsaraan. Karena doa menandakan ketundukan hati, penyerahan diri, dan keyakinan penuh akan kuasa Allah swt.  Dengan demikian, doa merupakan inti ibadah, yaitu ketundukan, kepasrahan, serta kerendahan diri seorang hamba di hadapan Kholiq-Nya

Wallohua’lamu bi As-Showab