Valentine?

Islam adalah agama yang bukan hanya mengatur masalah tata cara beribadah saja. Akan tetapi, Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh aktifitas umatnya mulai dari hal terkecil sampai kepada hal-hal yang penting dan besar. Sehingga seorang muslim tidak dibenarkan melakukan suatu amalan atau perbuatan yang tidak memiliki landasan yang kuat berupa Al-Qur’an dan Sunnah Rosul-Nya. Islam tidak membenarkan umatnya melakukan sesuatu dengan tidak berdasar pada pengetahuan akan amalan tsb. 
Saat ini kita menurut kalender masehi kita berada di bulan februari dimana bulan ini disebut dengan bulan kasih sayang (Valentine day’s). Sehingga dapat kita saksikan sebagian dari kita mempersiapkan diri akan datangnya bulan ini. Ketika ditanya mereka berdalih bahwa dimana-mana orang merayakannya. 

Dalam Islam, amalan itu bukan karena menurut kebanyakan orang yang mengarjakannya atau mengamalkannya.

Al-Qur’an dalam Surah Al-An’am ayat 116-117 telah mengajarkan kita, sebagaiman firman Allah:”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesal dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Syaikh Abdurrohman as-Sa’di ra berkata: “Ayat ini menjelaskan bahwa kebenaran itu bukan karena banyak pendukungnya, dan kebathilan itu bukan karena orang yang mengerjakannya sedikit. Kenyataannya yang mengikuti kebenaran hanya sedikit, sedangkan yang mengikuti kemungkaran banyak sekali. Kewajiban bagi umat Islam adalah mengetahui yang benar dan bathil, lihatlah jalan yang ditempuh.” [Tafsir al-Karimur Rohman: 1/270]
Para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai asal muasal hari kasih sayang ini. Perayaan ini telah ada semenjak abad ke-17. Perayaan ini adalah salah satu dari hari raya bangsa Romawi yang menganut paganisme (penyembah berhala). Sebagai sebuah pengungkapan dan pembuktian cinta kepada sesembahan mereka.

Ahli sejarah lain yang mengatakan bahwa budaya ini sudah ada pada abad ke-4 SM. Perayaan tersebut bertujuan untuk menghormati dewa Lupercus. Perayaan ini terdapat sebuah upacara yang di dalamnya diselingi sebuah sesi untuk mengambil undian dengan tujuan untuk mencari pasangan.

Di lain pendapat bahwa 14 Februari 269 M telah meninggal seorang pendeta sekaligus dokter bernama Valentine yang hidup pada masa Kaisar Claudius yang sangat berambisi memiliki militer yang besar dan kuat. Ia menghendaki agar semua laki-laki bergabung dalam pasukannya. Namun sayang keinginan ini ditolak karena kebanyakan mereka enggan meninggalkan keluarga dan kekasih mereka.

Itulah sekelumit sejarah hari Valentine. 

Maka kita umat Islam tidak diperkenankan untuk berbuat hal tsb. Karena didalamnya terdapat unsur Syirik dan maksiat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s