Hidup Berjama’ah

Manusia adalah makhluk sosial dan ini merupakan sunnatullah bahwa manusia secara fitrahnya hidup  berjamaah. Mereka membutuhkan makhluk lainnya untuk keberlangsungan hidupnya.

Islam hadir setengah-tengah umat manusia, bukan hanya mengatur tata cara beribadah kepada Allah. Akan tetapi, Islam juga mengatur  bagaimana manusia berinteraksi dengan makhluk dan lingkungan sekitarnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat Islam menegaskan betapa pentingnya kebersamaan itu. Hal ini dapat kita lihat dari ibadah-ibadah yang kita lakukan. Seperti sholat, puasa, zakat, haji dsb.

Dalam ibadah sholat, sholat yang dilakukan berjamaah lebih tinggi 27 derajat dari pada sholat sendirian.

Ibadah puasa, puasa adalah ibadah yang kita lakukan secara bersama- sama menahan lapar dan dahaga. Sehingga kita merasakan apa yang dirasakan oleh fakir miskin.

Zakat itu ibadah yang mengajarkan kepada kita kepedulian terhadap sesama terutama kepada fakir miskin. Dengan zakat kita dituntut untuk berbagi kepada yang lain. 

Haji merupakan ibadah pertemuan tahunan ummat  Islam sedunia. Semua ibadah di atas adalah ibadah yang menunjukkan kepada kita bertapa pentingnya hidup berjamaah.

Kehidupan berjamaah yang sempurna telah 

dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw dengan mempersatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshor. Persaudaraan yang terbina diantara mereka adalah persaudaraan hakiki yang berlandaskan aqidah Islam. Sehingga mereka hidup rukun, saling tolong menolong, bahu membahu, hormat menghormati serta harga menghargai diantara saudara seiman dan diantara sesama manusia.

Kebersamaan itu sangatlah penting, karena dengan berjamaah atau bersama kita dapat melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Tidak ada yang berat bila dipikul bersama, tidak ada yang sulit bila dilakukan bersama.

Maka, Islam memerintahkan kepada kita untuk senantiasa menjaga dan memelihara kebersamaan jangan sampai terpecah belah. Sebagaimana firman Allah swt:

“Dan berpegang tergugah kamu kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imron:103)

Berjama’ah adalah jalan menuju kemuliaan ummat dan sumber kekuatan untuk memelihara keberlangsungan hidup bermasyarakat.

Kemuliaan umat Islam ini akan diraih, bila umat bersatu padu dengan menghargai perbedaan. Perbedaan dalam Islam itu rahmat bukanlah pemisah yang menjadikan masing-masing kita merasa benar yang menyebabkan kita saling menyalahkan. Apabila ini terjadi, maka semakin jatuhlah kita dari rahmat Allah swt.

Sebuah bangunan kuat, kokoh dan indah adalah karena bahan yang berbeda. Bahan yang satu dengan bahan lainnya saling menguatkan. Ada batu yang keras, ada kerikil yang kecil dan tajam, ada semen, ada besi yang kokoh serta ada pula air yang lembut sebagi pemersatu antara satu dengan lainnya.

Berjamaah adalah sumber kekuatan. Umat ini akan kuat dan akan disegani kawan maupun lawan bila kita istiqomah dalam jamaah (kebersamaan). Sudah saatnya kita saling bahu membahu, tolong menolong untuk membangun kekuatan umat dalam berbagai bidang agar terbangun kekuatan ummat. Alangkah indahnya kebersamaan, apalagi kalau kebersamaan itu berlandaskan agama ikhlas karena Allah semata.

Wallahu’alamu bi As Showab

Advertisements